Senin, 09 Maret 2009

MANUSIA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL

MANUSIA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL

Manusia sebagai "homo significan'' yang memberi makna hidupnya dalam budaya. Manusia selalu berusaha mengatasi lingkungannya dengan menciptakan suatu instrument simbolis untuk berkomunikasi dengan sesama Salah satu instrument terpenting adalah bahasa, manusia dapat berinteraksi dan memberi makna pada lingkungannya.Dengan bahasa, manusia dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan yang lain dan menamai jagat ini. Dalam tulisan ini, Saya hanya memfokuskan pembahasan pada bahasa pergaulan atau tungue/ bahas ibu. Bahas pergaulan mengambil peran yang sangat penting dalam kehidupan suatu kebudayaan sekaligus menentukan atau menunjukan nilai-nilai dalam hidup bersama. Senada dengan pembatasan penulisan di atas tulisan ini pun mau menelusuri pengaruh bahasa pergaulan ( tangue ) terhadap kemampuan berbahasa para siswa SMP, SMA dan sederajat lainnya. apakah bahasa pergaulan ini membawa pengaruh yang positif dan efektif pada kemampuan berbahasa baku seturut Ejaan YAng Disempurnakan. Apakah yang ditimbulkan oleh keduanya?
Masalah Bahasa Pergaulan Manusia hidup bersama dan dalam korelasi dengan yang lain. Manusia tidak sendirian. Karena kebersamaan inilah, manusia mesti membutuhkan suatu sarana untuk mengkonsumsikan dirinya dan bersosialisasi dengan yang lain. Inilah yang menjadi ciri manusia sebagai mahluk sosial. Urgensitas kebutuhan inilah yang menuntut manusia untuk menciptakan bahasa sebagai bahasa sarana dalam bersosial. Bahasa muncul sebagai pemenuh kebutuhan asali manusia untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai mahluk sosial. tanpa bahasa , manusia tidak mungkin memaknai segala yang ada disekitarnya. Bahasa merupakan totalitas atau keseluruhan tanda baik lisan maupun tulisan , yang melaluinya manusia mengukapkan segala persaan , simpati dan keinginan atau pengetahuan tentang orang lain.